November's Roundup: My efforts finally paid off!


Hi everyone! I know I've been MIA for couple of weeks. I've been busy with things. Sorry huhuhu x_x. November udah abis banget nih? Cepet banget sihhhh. 2017 tinggal hitungan hari banget? Yaampuuun. Tapi gapapa, minimal, perjuangan setahun belakangan ini terbayar sudah, meski belum sah lunas, tapi yang penting udah terbayar. Alhamdulillah. Jadi, perjuangan apa yang saya hadapi sebulan ini? Here's the story...

What's Inside My (Make Up) Pouch?


Actually I'm not into make up, at all, bahkan saya sendiri jarang banget make up-an (kalau ga boleh dibilang gabisa belum telaten make up) hehe. Meskipun begitu, saya masih selalu membawa make up pouch di dalam tas saya kemana pun saya pergi. Ya, meskipun gabisa make up tapi tetep dong gamau keliatan kucel kalo lagi pergi. Minimal ga pucet atau muka ga minyakan deh, biar yang liat juga ga senep. Isinya nggak banyak kok, nothing so fancy for me. These are my must-have make up for daily:

Kenapa Kosmetik dan Skin Care Harus Halal?


Sejak sadar untuk mulai merawat kulit, saat itu pula saya memutuskan untuk beralih hanya menggunakan kosmetik dan skincare halal. Kenapa? Sebagai seorang muslim, kehalalan suatu produk merupakan hal yang patut dipertimbangkan dalam kehidupannya. Dulunya sih, saya berpikir bahwa "halal" itu hanya untuk sesuatu yang dikonsumsi (makanan dan minuman).Tapi, suatu hari ketika saya sedang surfing dan menemukan sebuah ulasan tentang pentingnya menggunakan produk kosmetik yang halal. Sejak itu pula saya mulai mempertimbangkan untuk memilih dan menggunakan produk kosmetik yang sudah halal.

October's Roundup: Who do you think you are?


Happy Halloween! Thank God, It's Monday!

Memasuki akhir bulan Oktober, seperti dua bulan lalu saya mewajibkan diri saya sendiri untuk mengulas satu bulan ini saya ngapain aja. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mengevaluasi sudah sejauh mana saya berkembang dan mendekati goals tahun ini. Selain itu juga untuk mensyukuri apa-apa saja yang bisa saya lakukan dan bisa saya dapatkan dalam kurun satu bulan. Posting bulan lalu sengaja saya taruh lagi di draft, suatu saat akan saya publish kembali. Semoga saya "berani" hehe :p

Here's my October's Roundup:

Freebies: Viva Cosmetics Exclusive Membership Club

Beberapa mingg lalu saya mendapatkan beauty package alias paket dari Viva Exclusive Membership. Saat paket ini datang saya sedikit kaget dan heran kemudian mengingat-ingat why I get this package. Kalau tidak salah sekitar awal tahun ini, bulan Maret/April lebih tepatnya, saya membelikan ibu saya pensil alis Viva via websitenya karena di toko yang biasa saya kunjungi kebetulan sedang habis untuk warna coklat dan saya malas untuk mencari di toko lain. Untungnya saat itu memang lagi ada promo free ongkir tanpa minimum order, jadi ga perlu mikirin ongkos tambahan yang pasti lebih mahal dibanding harga pensil alisnya sendiri hehehe :p

Story of Long Distance Relationship

Jomblo sama LDR itu beda tipis, bedanya kalau jomblo bisa nyari pacar, tapi kalau LDR harus setia sama yang namanya handphone. -Raditya Dika, Kambing Jantan
Entah ada angin apa tiba-tiba teringat dengan quote ini. LDR atau yang lebih dikenal dengan hubungan jarak jauh sudah bukan hal yang asing lagi dalam duinia percintaan anak muda kekinian. Rasa-rasanya juga nggak sedikit pasangan yang "terjebak" dalam hubungan menyiksa ini.

Tidak sedikit pula orang-orang yang kontra dengan LDR dengan berbagai macam alasan. Mulai dari kekhawatiran akan rawan munculnya rasa bosan, curiga, selingkuh atau yang paling ekstrim adalah rawan ditinggal nikah adalah hal-hal yang sering dijadikan alasan tim kontra LDR untuk mengatakan bahwa LDR adalah sebuah hubungan yang (kalau bisa) dihindari, cari aja yang deket-deket.

Question and Answer

Kegelisahan ini, salah siapa?
▲ ▼
Bukan jarak, ruang, dan waktu yang perlu kita salahkan. Bukan pula rindu yang wajar saja datang. Hanya saja, kita sering mencari alasan untuk menyalahkan. Mengasihani hati yang kerap resah diterpa berbagai perasaan. Kuatlah!


Hello, Me!


Assalamualaikum, me! 
How are you? Hope everything will be alright ya. I'm sorry for every single mistake that I've done to you. I'm sorry for not trusting you at that time. You know, I'm struggling so hard to cope with this circumstance(s). May Allah SWT will always be with you, will always protect you and bless you. Aamiin. 

Love, Me

Talking about life

I hate the fact that, enjoying life is also means enjoying its pain.

And wishing painless life is also means wishing lifeless life.


Friendship Redefined?

That moment when you…Punya banyak kontak di WhatsApp, gabung di banyak grup LINE, punya banyak follower di medsos, lihat banyak orang online di Facebook, tapi bimbang mau cerita masalah kamu ke siapa, bingung mau cari telinga ke mana, ragu untuk memulai obrolan.

Karena kamu sadar, kamu ngga benar-benar berteman dengan mereka semua. Hanya kenal, pernah kenal, atau kenal seseorang yang sama. Selamat datang di era digital, era di mana manusia perlu mendefinisikan ulang banyak hal, termasuk pertemanan.

August's Roundup: Gratitude Note


Over the last few days, I delighted in a few of life's simple pleasures. It's so important to find joy in even the smallest of things that pass us by each day. I find when I stop and either snap a picture or just spend 10 seconds appreciating all things beautiful that surround me, it makes time slow down and joy increase. It's a win-win. I want to remember to not just be thankful during the month of November-- on my birthday. Instead, I want to be thankful every single day. And enter into the fullness of life, the way Allah intends it! 

August's Rush: Personal Goals

This past week, I had a couple of people ask me the question, "Is there anything you DON'T do?" My very quick response was, "Yes, there are hundreds of things I don't do!" And then one of the girls rephrased her question and said, "Is there anything you don't do that you set your mind out to do?" While generally my answer to the rephrased question would still, of course, be, yes, there are things that I set out to do and don't achieve, it did get me thinking about things I set to do. Otherwise known as personal goals.

Tulus - Monokrom

Jadi, malam ini adalah malam dimana saya seharusnya menyelesaikan revisian bab 4 skripsi agar dapat segera mengejar jadwal sidang bulan ini. Iya, seharusnya. Kenyataannya? Hehehe sudah bisa dipastikan saya melakukan hal lain, tentu saja. Hormon bulanan ini sungguh membuatku kewalahan untuk mengatur ritme dan mood menulis sesuatu yang berbau serius, belum lagi banyak ini-itu yang membuat mood jadi naik turun drastis. 

1230+ days with you

Ini bukan masalah jarak yang membentang
Ini bukan tentang alergi rindu yang akan datang terus, terus dan terus
Ini juga bukan rasa yang ingin selalu berada didekatmu

Ini hanya sebuah keinginan untuk bisa melihatmu kapanpun aku mau


But, that is our life, we should be in a different place, we have to bury our longing, we can only look at pictures of the motionless, however, our love will stay the same, when we are away and we are close, and it applies today and forever.

I love you, Mas.

Selamat Ulang Tahun, Ibu ❤

Ibu, mengapa aku sering merasa bahwa menghabiskan waktu bersamamu hanyalah membuang-buang waktu? Mendengar ceritamu yang terkadang itu-itu lagi sering membuat aku bosan. Padahal, dulu aku sering mengulang-ulang kata-kata yang baru saja aku ketahui. Apakah saat itu Ibu marah? Tidak, bukan? Aku lupa bahwa menjadi teman bicaramu sejatinya adalah salah satu bentuk pelaksanaan tugasku terhadap-Nya untuk memuliakanmu.

“Money can’t buy happiness”

Yang bisa ngomong gini biasanya adalah mereka yang (pernah) punya “masalah besar”: nggak ngerti lagi gimana caranya buang uang. Saking banyaknya. Saking sugihnya. Kali. Wqwq
Sementara bagi mereka, kita, yang harus nyari uang dengan susah payah, kalau mau jujur: money does buy happiness. Kepengin apa pun, bisa terbeli. Mau makan apa pun yang belinya harus di ujung dunia pun, bisa. Mau ke mana pun, naik apa pun, bisa kapan aja - tanpa harus sahabatan sama Doraemon.

Question and Answer

“Kau tahu apa yang lebih cepat dari kecepatan cahaya?”

Dia melihatku bingung.

“Saat tatap kita bertemu dan aku menangkap cahaya matamu.”


Question and Answer

Do you believe in luck?
▲ ▼
I don't. But I do believe in hard work and the power of prayers.

Forgive as God Forgave You

I was one of those people who thought that forgiving was easier than forgetting, but it's not.

Head's full of thoughts, dilemmas about the good and bad. Self-reassurance is such a weird thing. You can fake your thoughts for some years by repeating a made-up line. Mine was, "I have forgiven him, I always have, I will.". Well, Enop has a habit of denial things that she tries not to bother (although it will always do) and ends up with a cognitive dissonance. Because it is easier to say so, than wasting our energy on hating, or anger.

But sometimes, you need to express your anger.

“Nobody can see the trouble I see, nobody knows everyone’s sorrow”.


“Nobody can see the trouble I see, nobody knows everyone’s sorrow”.

Enggak ada hidup yang enggak dihiasi kesulitan. Sayangnya, gajah di pelupuk mata enggak tampak sejelas kuman di seberang lautan. Alangkah baiknya jika kita sering menempatkan diri sebagai makhluk yang rentan berkekhilafan agar lebih berhati-hati dalam menaruh prasangka kepada siapapun.

Maka, anugerah penting yang jarang disadari itu berbentuk perlindungan-Nya dalam menutupi aib-aib kita. Seolah kita cemerlang di mata banyak orang, padahal kejelekan yang tertutup enggak terkira jumlahnya.

yang habis dibukakan matanya,

Bottom Phase of My Life

Recently I had lots of thoughts going on in my head. I've been stressed by being incompetent on something that I could do better for sure. I felt terrible for myself and blaming myself too much instead of fixing things that really matter to be fixed. I don't know if I really am in the bottom phase of my life but I feel like trash already. I admit that I try a lot to be a positive person. But there are times that I fail. Just like what I feel now.


Life. Isn't it obvious if we feel the ups and downs each and every day of our life? I know exactly that it is what it is. It's how life supposed to be. Sometimes I feel motivated, sometimes I don't. The key to happiness? I know. Do I apply that to my daily life? Well, I try my best not to miss it. Do I success to achieve that kind of happiness that I define? Well, pretty much. So, what's really matter when I'm stressed and not happy about what I'm going through? Try. I don't have any choices but to try. Try to be more positive and don't let me down too often.

And, its May already *sigh*

Belajar dari Rumput

Pernah lihat salah satu iklan rokok dengan kambing dan rumputnya yang booming sekitar tahun 2011? Pesan berupa rumput tetangga selalu lebih hijau sangat familiar di telinga kita bukan? Siapa coba yang nggak pernah merasa kalau rumput tetangga jauh lebih hijau dari rumput sendiri? Perasaan ini suka sesekali muncul kalau kebanyakan lihat rumput orang lain memang.

Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, katanya. Tapi apakah kalian sudah lihat kondisi rumput kalian sendiri? Mungkinkah mata kita terlalu lama memandang rumput orang lain, hingga lupa akan rumput sendiri? Lupa untuk merawatnya, lupa untuk memanfaatkannya. Tak ada habisnya memang kalau lihat rumput orang lain, tapi tentu selalu ada waktu untuk melihat rumput kita sendiri. Cobalah mulai sekarang perhatikan rumput kita yang lama tak diindahkan. Merasa ada yang salah? Coba telaah lagi penyebabnya. Bahkan ga ada salahnya kalau rumput tetangga yang kita anggap hijau tadi justru dijadikan sebuah pembelajaran, sebuah motivasi. Alangkah lebih baiknya lagi jika kita bertanya sedikit kepada tetangga kita. Siapa tau mereka punya rahasia sukses dibalik hijaunya rumput tersebut?

Tunggu, atau jangan-jangan rumput kita sendiri sebenarnya sudah hijau dan bahkan lebih enak dipandang dibandng rumput-rumput tetangga tadi? Nah, coba mulai perhatikan rumput sendiri!

Yuk!

Random Thought

Have you ever had an awkward feeling about yourself? Currently, I feel like I don't have confidence as well. I feel afraid of something, then I put a focus on it. I know I shouldn't be like this. Yes, it's like I'm too baper on everything, then I ended up like um.... sad.

When someone treats me with such a negative aura, then sometimes I kinda had a bad feeling about them. But I just wondering how abstract someone's life is. I can't force them to be what I want. Perhaps it's my process to be more mature about my point of view and yes ofc about everything. And really, you don't have to focus on someone's life that much. I mean who do you think they are? Do they put a focus on my life too? Nope.


Let's be more positive!

Question and Answer

Suka menunggu atau ditunggu?
▲ ▼
Menunggu tidak pernah semenyenangkan ini sebelumnya.
Sampai kamu datang dan memintaku menunggumu untuk pulang.


Tersimpan di draft sejak Februari 2013

At first, I was confused, didn’t really know what I wanted, I didn’t know if I would want to take a chance again and actually take you seriously. You told me you like me so much. So, I decided to come close to you as a friend and find out who you truly were and what you were like. You seemed cool, nice, bad boy(?) and funny some things I really liked in a guy. So I took a chance and got with you.

You are more lovely than you could ever imagine

Karena jauh, dan tak ada senyumanmu, perhatianmu itu yang membuat aku tersenyum sayang. Karena jauh, tak ada pelukan, satu pesan singkatmu pun jadi, hanya untuk mengahangatkan keyakinanku padamu.

LDR itu mungkin dihadirkan untuk mereka yang suka bersikap tenang dengan hal apapun. Termasuk rindunya. Bantu aku bertemu denganmu, meskipun dengan beberapa doa yang kau panjatkan. Untuk kita. Aku pernah bertemu denganmu, dalam pejamku sebelum tidur, dalam doaku agar kita tetap terjaga untuk bertahan.

Kamu memang jauh, tapi dengan do'a bukankah mendekatkan kita?

Meski rewel, tapi tetap menggemaskan

Too much high hopes, too much disappointments?

I've been expecting some things too high for reasons. Yes, I have life-goals like all of you. Mines are maybe too high so when I didn't reach it, I disappointed like cry. Some things just weren't planned for me, I deserve something better. Half of my soul just broken. this kind of disappointment will never be forgotten in my life. You guys might think it's only a piece of shit. Yes, you don't have my point of view.

Hopes, dreams,prays and everything mixed up in one dough. I was trying to laugh when I'm down, I was trying to be happy when I think I can't, but I did it. I didn't fake any smile or everything like most people did.

One thing that keeps me alive, Allah has planned a better life than what we expected. One thing for sure, everything happens for reasons.

Fase Menjadi Dewasa

Biasa, kalau abis berganti umur suka begini.

Pertama kali bikin blog tahun 2008, nyeritain hal-hal random dengan tujuan untuk menghibur teman-teman terdekat. 2008 itu.......delapan tahun lalu. Yaa, delapan. Dan lagi-lagi aku bacain satu per satu postingan di blog ini, menelusuri hingga ke belakang (udah dipindah ke draft sih, buat konsumsi pribadi aja :p), dan aku pengen nangis karena ngga kuat dengan ke-alay-anku jaman dulu :')

Sampe sekarang aku masih mikir sih, apakah alay itu suatu proses untuk menjadi dewasa atau alay merupakan sebuah jaman tersendiri? Wkwkw apaansih. Kayak misalnya, kalo aku terlahir 10 tahun lalu, apakah aku bakal alay atau engga sekarang, karena kalo iya, berarti alay itu sebuah proses untuk menjadi dewasa wkwkwk hipotesis ngaco.

Setelah jauh menelusur ke belakang, ke postingan jaman jahiliyah, aku sadar kalo aku banyak berubah. tapi satu hal yang nggak pernah berubah dari diriku yaitu sikap yang masih kekanak-kanakan :(

Rasanya nggak pantes, sikapku yang satu itu jika disandingkan dengan umurku sekarang ini. Sikap dan pemikiran beda loh ya wkwk ya walaupun aku belom bisa menilai diriku memiliki pemikiran yang dewasa :p. Sebenernya aku masih kurang ngerti sih bedanya "bersikap dewasa" sama "jaga image", karena setelah dipikir-pikir, orang yang bersikap dewasa sering diidentikan dengan menjaga image. Atau cuma aku doang yang punya pikiran kayak gitu? Hmm...

Atau orang yang bersikap dewasa itu memang image-nya begitu? Jadi ngga ada yang perlu "dijaga"? Wkwk aku mulai bingung. Mungkin itulah alasan kenapa aku harus berusaha lebih untuk menjaga image karena image-ku nggak begitu hahaha. Wait, emangnya image-ku apa.....?

Ya kalo kata pepatah sih just be yourself aja, motto sejuta umat wkwk. Tapi kalo mengubah sikap itu bisa membuat aku lebih baik kenapa enggak? Sekarang pertanyaannya adalah kalo aku mengubah caraku bersikap apakah aku akan bahagia ke depannya atau malah enggak?

Terus kok aku jadi banyak nanya.

Kadang aku berharap supaya bisa memandang suatu hal dengan cara yang sama dengan orang kebanyakan biar nggak banyak nanya dan ngga bingung wkwk.

just Enop dan isi pikirannya yang gapenting :)